Celana cungklang atau Laisbal adalah model celana yang dipakai dengan ketentuan wajib harus diatas mata kaki, salah satu kelompok Islam yang gencar merekomendasikannya ialah Wahabi. Menurut mereka, orang yang celananya melebihi mata kaki maka termasuk ke dalam golongan ahli neraka, dengan mengikuti sebuah hadist dari Rasulullah SAW yang bersabda "Sesungguhnya orang yang menyeret pakaiannya dengan sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat".
Namun ada sebagian ulama yang menolak dengan fatwa ahli neraka dari golongan Wahabi ini, mereka para ulama yang tidak melarang isbal bersandar pada sebuah hadist dari Rasul SAW saat Abu Bakar RA menunjukkan jubahnya yang melewati mata kaki, namun Rasulullah Muhammad SAW mengatakan bahwa Abu Bakar RA bukan golongan orang yang sombong yang memanjangkan pakaiannya. Memang pada zaman dulu, di Arab ada sebuah pembeda untuk orang kaya dan orang miskin, dimana orang kaya akan memanjangkan jubahnya hanya demi dipandang kaya dan tidak suka jalan kaki karena mereka akan digotong kemana-mana oleh budaknya, dan orang miskin yang terbiasa jalan kaki akan memendekkan jubahnya karena takut kotor saat berjalan.
Terlepas dari kontroversi yang ada, berikut akan saya sampaikan beberapa informasi mengenai celana cungkrang atau Laisbal yang mulai ngetrend di Indonesia. Model celana ini mulai banyak macamnya, ada yang berbahan kain dan dibuat melebar, ada yang berbahan jeans dan dibuat seperti celana pensil, ada juga model lain seperti celana 3/4 dibawah lutut.

Harga celana Laisbal saat ini mulai beragam, kalau dulu dengan harga di bawah 100ribu sudah bisa mendapatkan celana cingkrang yang bagus, kini dibutuhkan hingga 200ribu lebih untuk mendapatkan Laisbal yang bagus dan mengikuti zaman yang ada.
Salah satu tokoh yang terkenal dengan celana cungkrangnya adalah Teuku Wisnu, Artis yang satu ini memang kini dikenal dengan profesinya sebagai pembawa acara di dunia dakwah maupun pembicara dalam suatu acara agama, dan gaya pakaiannya mulai menarik perhatian banyak kalangan di Indonesia.
Teuku Wisnu dan Sieren Sungkar
dengan pakaian khasnya
Kalau saya pribadi sih tidak memakai Laisbal, namun saya juga tidak sengaja memanjangkan celana hingga ke tanah ketika dibawa berjalan. Yah, kita kan hidup di negara yang punya aturan juga yah, jadi gak bisa seenaknya sendiri apalagi dalam sebuah perusahaan atau kantor pemerintah yang sudah punya aturan.
0 comments:
Post a Comment